Puisi-puisi M. Rifqiyadi*
SEPENGGAL BIOGRAFI TIKUS
buat para koruptor
Hei…
Namamu tikus, kedengarannya lucu dan bagus
Namun selalu rakus dan tak pecus
Tempat tinggalmu tak menentu:
Kadang-kadang kau ada di bank merenggut uang
Kadang-kadang kau merampas hak orang
Kadang pula kau menghitung uang di rumahmmu sendiri
Namun yang jelas, alamatmu di gedung-gedung yang besar dan menjulang
Yang penuh dengan kotoran serta sampah
Hobimu senang bermain tipu daya
tak merasa kalau dirimu bersalah dan berdosa
cita-citamu katanya ingin menjadi pejuang
namun mengapa kau masih makan hak orang?
Ah! Sungguh kejam!
Makanan favoritmu uang-uang
Menelannya di gedung-gedung yang besar
Membagikannya pada sekongkolan
Pesanmu memang bijak, menjanjikan didepan orang
Namun kau telah mengingkarinya dibelakang
Bermain tipu daya yang kejam
Membuat semua orang kebingingan
Dan tak punya masa depan
13/03/2010
PARA JELATA
dipagi buta hingga senja
mereka membajak tanah, menanam benih
di ladang, di sawah yang membentang
untuk hidup ke masa-masa
mereka tak hiraukan sengatan matahari
hanya perlu tenang sebentar, lalu kembali meladang
kulit menghitam akibat panas kejam
yang bertengger diatas kepala
“ jangan menyerah! Ini anugerah Tuhan
Biarkan orang-orang tinggi yang tak pecus bersengan-senang dengan keharaman!”
Lalu, disenja ufuk barat
Mereka pulang tanpa uang
Hanya membawa kembali sisa bekal di wadah
Berjalan gontai melewati jalan setapak
Menjadikan jejak
13/03/2010
*penulis adalah santri PP. Annuqayah Daerah Lubangsa Blok B no. 09
